Les Privat : Guru Hanya sebagai Instrument ?

Les Privat : Guru Hanya sebagai Instrument ?

Oleh : Chory Trisa Yuanilasari*

Menjamurnya lembaga les yang bersifat kelas maupun privat di Malang Raya membuktikan bahwa banyak siswa yang membutuhkan bantuan untuk mengerjakan tugas ataupun memahami materi-materi yang miss (belum paham) di sekolah. Dewasa ini, banyak siswa yang memilih guru privat ketimbang mengikuti bimbel kelas yang notabene diisi lebih dari dua siswa. Alasan mereka beragam. Salah satunya, bimbel kelas tak sama bedanya dengan menikuti kelas di sekolah.

Tentu saja, bimbel kelas lebih terkesan seperti “mengikuti kelas” dengan materi yang sama namun dengan guru berbeda. Di bimbel kelas, pemahaman terhadap materi siswa dituntut untuk sama. Tak pelak, siswa yang mengalami kesulitan pun tetap tidak mengerti dan sulit mengikuti materi selanjutnya. Hal ini bisa disebabkan karena siswa malu maupun guru tutor yang kurang “intim” dengan siswa.

Berbeda dengan les privat dimana semuanya serba flexible. Siswa bisa mengatur matpel apa aja yang ingin dia pelajari lebih dalam dan kapan dan dimana siswa memiliki waktu luang untuk belajar materi tersebut. Siswa tinggal menunggu, guru tutor yang menyiapkan segalanya. Ini menunjukkan bahwa guru tutor bertindak hanya sebagai instrument atau “alat”.

Namun, dengan adanya kemudahan seperti ini, banyak siswa les privat yang masih belum bisa “memanfaatkan” guru tutor dengan baik. Banyak dari mereka yang masih merasa bahwa guru tutor sama dengan guru kelas. Seperti contohnya, mereka lebih memilih guru tutor yang menentukan materi. Padahal, fungsi utama guru tutor privat adalah untuk membantu siswa memahami materi yang tidak mereka pahami di kelas dan mengerjakan tugas-tugas yang mereka kurang mampu untuk dikerjakan sendiri. Disinilah fungsi guru tutor privat sebagai instrument pendidikan masih belum digunakan dengan maksimal. Hal ini juga mempengaruhi prestasi belajar siswa itu sendiri. Seperti contohnya, siswa masih kurang memahami materi pelajaran yang kurang mereka pahami karena mereka juga memiliki “target” dari mengikuti les privat itu sendiri yang harus mereka seleseikan. Yang dimaksud “target” disini adalah ketika guru tutor memiliki rencana pembelajaran sendiri untuk siswa itu ikuti.

Oleh karena itu, untuk mengindari masalah itu, komunikasi adalah hal mendasar yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh siswa maupun guru tutor privat itu sendiri. Dengan berkomunikasi siswa dan guru tutor bisa menentukan materi-materi apa saja yang siswa kurgan pahami dan di akhir bulan kedua belah pihak bisa saling me-review hal-hal yang kurang selama KBM per bulan. Dengan komunikasi pula, siswa bisa berkonsultasi mengenai tugas-tugas yang mereka sulit kerjakan.

*Mahasiswa Universitas Negeri Malang Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris

Malang, 7 September 2017

Bimbel dan Les Privat Avicenna Education Center
“Biaya Hemat, Prestasi Hebat”

Avicenna Education Malang
(0341) 6503899 – 081233309365

Jl. Simpang KH. Yusuf, Puri Kartika Asri D7
Kota Malang – Jawa Timur

FB: Avicenna Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *