Pembelajaran Melalui Pendekatan Tematik

Pembelajaran Melalui Pendekatan Tematik

Para pakar pendidikan setalah bertahun-tahun melakukan eksperimen hanya untuk menemukan formula yang tepat tentang penggunaan kurikulum pembelajaran anak didik pada jenjang sekolah dasar. Mereka bersepakat bahwa kurikulum di sekolah dasar, khususnya kelas 1 sampai pada kelas 3, lebih cocok menggunakan pendekatan tematik, namun pada praktiknya hal itu diterapkan pada semua jenjang sekolah dasar. Pola itu yang disepakati dan digunakan saat ini pada semua lembaga pendidikan jenjang sekolah dasar di Indonesia.

Eksperimen ini pertama kali dilakukan oleh satu sekolah percontohan SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS) sejak pertama berdiri dan menerima siswa baru pada tahun pelajaran 2000/2001.

Ketika Depdiknas menyusun Kurikulum 2004 dan memutuskan untuk menggunakan pendekatan tematik untuk jenjang kelas 1 dan 2 pada sekolah tersebut sudah menerapkannya selama 4 tahun. Oleh karena itu banyak pihak termasuk pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten yang mengunjungi sekolah tersebut untuk melihat bagaimana bentuk pembelajaran dengan pendekatan tematik. Pada umumnya mereka itu menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan penedekatan tematik ternyata membuat anak didik pada jenjang sekolah dasar menikmati situasi belajar, karena terkesan belajar sambil bermain. Ternyata siswa lebih mudah menguasai kompetensi/kemampuan tertentu, karena apa yang dipelajari menjadi lebih konkret dan terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari.

Setelah melihat pola pembelajaran di SAIMS, seorang kepala sekolah dari SMA favorit di Yogyakarta memberi komentar, “inilah contoh joyfull learning dan contextual learning yang banyak didiskusikan para pakar pendidikan”.

Tema dipilih yang cocok dengan kehidupan sehari-hari anak, bahkan bahkan diupayakan yang merupakan kesenangan anak pada umumnya. Hal itu dimaksudkan agar tertarik untuk mengikuti pelajaran. Ketertarikan akan “apa” yang dipelajari sangat penting, karena merupakan “pintu” pertama belajar. Jika siswa tidak tertarik dengan “apa” yang dipelajari akan menyebabkan dia tidak termotivasi dalam belajar, padahal berbagai teori telah menjelaskan bahwa motivasi  adalah kunci keberhasilan belajar.

Salah satu tema pada kurikulum Sekolah Dasar kelas 1 di SAIMS adalah “Kucingku”. Tema “Kucingku” dipilih karena kucing merupakan binatang yang banyak dimiliki oleh keluarga sekitar sekolah dan anak-anak pada umumnya senang dengan hewan tersebut. Pemilihan tema “Kucingku” dan bukan “Kucing” (ada kata ganti “Ku”) dengan maksud setiap anak mendiskusikan kucing miliknya masing-masing yang sangat mungkin disayangi dan bukan kucing orang lain. Beberapa hari sebelum tema tersebut dipelajari, anak-anak diminta untuk mengamati kucing, baik kucing miliknya sendiri atau kucing milik tetangganya. Perintahnya adalah mengamati warnanya, bulunya, ekornya, matanya, taringnya, kukunya dan lain sebagainya. Dipesankan pula bahwa setiap anak akan diminta menceritakan tentang kucing yang diamati.

Tema-tema yang disusun dengan mengintegrasikan pokok bahasan dalam setiap mata pelajaran, berdasarkan kurikulum 1994 dan diperkaya dengan sumber lain, khususnya kurikulum beberapa negara. Dengan demikian SAIMS memilki tema-tema mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Contoh tema untuk kelas 1 yang telah diwujudkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP).

Ketika anak membawa gambar kucing, mereka diminta menghitung kaki kucing dan telinga kucing. Ketika ada dua gambar kucing mereka diminta menghitung, jika ada dua ekor kucing maka berapa jumlah telinganya? Berapa jumlah kakinya? dan sebagainya. Dengan cara itu, secara tidak sadar siswa belajar membilang angka sampai 8, bahkan mengoperasikan penjumlahan secara sederhana. Jika angka-angka tersebut dituliskan dalam buku tulis, secara tidak disadari anak didik belajar berhitung.

Malang, 30 Agustus 2017

Bimbel dan Les Privat Avicenna Education Center
“Biaya Hemat, Prestasi Hebat”

Avicenna Education Malang
(0341) 6503899 – 081233309365

Jl. Simpang KH. Yusuf, Puri Kartika Asri D7
Kota Malang – Jawa Timur

FB: Avicenna Malang

Website: www.avicenna-education.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *